Kado untuk Pakde Cholik : Silaturahmi Yang Seru Dan Berbagi Ilmu

Sudah tercatat jauh-jauh hari sebelumnya, kalau hari Minggu tanggal 23 Agustus 2015 akan menghadiri undangan dari blogger senior yang bermukim di Jombang. Sebenarnya saya baru kenal beliau belum sebulan, itupun hanya lewat fesbuk. Tapi siapa sih yang nggak kenal pensiunan AD dengan nama beken PAKDE CHOLIK. Namanya cukup cetar membahana menggema di dunia perbloggeran... Alhamdulillah bisa kenal beliau dan sekarang mau kopdaran. 

Sebenarnya ada catatan kecil untuk saya, langsung begitu bersemangat dan antusias ketika di ajak sama mbak Yuni untuk datang pada acara yang bertepatan merayakan hari ulang tahun dan peluncuran buku terbaru pakde Cholik. Beliau seorang purnawirawan AD. Pensiunan Brigjen. Kebayang dong, bintang satu menempel di pundak kanan kiri. Sebagai anak kolong sekaligus adiknya tentara, saya jadi seperti akan ketemu keluarga sendiri. So pasti juga kepengen mencuri ilmu dari beliau yang tampak masih begitu fit dalam usia yang sudah tidak muda lagi.

Waktu menunjukkan pukul 7 pagi, kami meluncur dari Surabaya langsung ke Jombang. Kebetulan kami (saya, mbak Tatit dan Sari) numpang mobilnya bumil cantik, mbak Dwi Puspita. Karena dia tidak mungkin menyetir sendiri, pastinya di antar sang suami yang super sabar dan setia, mas Lukman. Alhamdulillah lalu lintas lancar dan tanpa hambatan. Eh tapi...hanya ada beberapa kali insiden yang ringan saja. Pertama sedikit salah jalan, kedua sempat melihat kecelakaan di jalan dan yang ketiga terpaksa mampir ke Indo Maret karena Sari kebelet pipis. 

Narsis manis di dalam mobil (dok.pri)
Pukul 09.00 (kurang lebihnya), kami sudah sampai di pelataran halaman rumah pakde Cholik. Rumah khas desa yang masih mempunyai halaman cukup luas, asri dengan pepohonan yang rimbun. Ada beberapa pohon mangga yang sedang berbuah tapi masih kecil-kecil. Tampak ada mushola yang cukup besar di sebelah depan samping. Keren banget nih tuan rumahnya, batin saya. 

Ternyata kami merupakan undangan yang datang kloter pertama. Memang kalau melihat jam sih sepertinya kepagian, tapi ternyata tuan rumah sudah siap menyambut. Dengan melihat ruang tamu yang sudah tertata rapi, banner acara yang sudah terpasang dan kue-kue berjejer yang menghiasi meja panjang.

Rombongan Surabaya kloter I (dok.pri)
Sambil menunggu teman yang lain, kami sudah diberi kesibukan dengan mencicipi jajanan yang beraneka macam di meja. Berbagai macam kue basah dari lemper, nogosari, onde-onde, madumongso, kacang pisang dan mbothe godog. Yang saya salut, pakde dan bude sangat pengertian sekali. Tamunya sudah di paksa untuk makan bakso, karena mereka yakin pasti kami belum sempat sarapan tadi dari rumah. Dan memang betul sekali hehehehe... Sayang foto baksonya terlewati. Saking asiknya menikmati bakso terlezat yang pernah saya cicipi di penjuru dunia. Karena saya memang bukan penggemar bakso. Tapi bakso kali ini bener-bener tidak ada tandingannya. Wajar saja kalau saya sampai nambah....ehm jadi malu....3x sodara hahahahaha. Minumnya saya pilih es cao yang saya campur dengan tape ketan ijo. Segarnya sampai merasuk ke tenggorokan...
Suguhan untuk tamu (dok.pri)
Saya jadi penasaran untuk melihat halaman belakang rumah pakde Cholik yang katanya ada kolam renangnya. Ternyata benar sekali sodara. Kolam renang dengan nama "Tirta Agung" itu rupanya lagi ramai oleh pengunjung. Kebanyakan memang warga sekitar rumah atau kampung terdekat. Hanya di tarik ongkos masuk sebesar 5.000 rupiah, sepertinya cukup memberikan hiburan yang memuaskan bagi tetangga terutama anak-anak.
Kolam renang Tirta Agung, untuk umum (dok.pri)
Di sebelah kolam renang masih di belakang rumah utama, ada semacam taman kecil yang isinya beberapa patung binatang seperti jerapah, singa bahkan komodo. Sepertinya cocok untuk ruang santai karena ada beberapa meja kursi di antara tumbuh-tumbuhan yang rindang. 

Ada komodo di kebun binatang nya pakde (dok.pri)

Makin siang tamu undangan makin banyak. Sebagian besar memang teman blogger yang membawa keluarga, sehingga membuat suasana semakin meriah. Obrolan diselingi dengan sapa dan canda, meskipun baru berjumpa. Tapi begitulah blogger. Tidak akan pernah kehabisan bahan pembicaraan. Saya sendiri tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berbagi cerita dengan pakde Cholik. Seneng banget. Ketika tahu dan merasa berasal dari satu keluarga yaitu TNI AD, banyak hal yang bisa kami ceritakan. Sampai akhirnya pakde membagikan buku barunya yaitu "Bintang Untuk Emak" kepada seluruh tamu yang hadir. 

Kegembiraan mendapat buku diekspresikan lewat foto (dok.pri)
Tidak lama kemudian acara segera di mulai. Yang empunya rumah memberikan kata sambutan atau kalau di buku biasanya di sebut sekapur sirih. Tentu saja diselingi guyonan. Karena pakde memang terkenal humoris di tambah teman-teman blogger yang kocak juga. Jadi suasana terasa semakin gayeng.

Sambutan dari si empunya rumah (dok.mas rinaldy)
Diselingi tiup lilin (dokumen milik kang Yayat)

Di selingi acara tiup lilin sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun, hari ulang tahun kali ini pastinya cukup berkesan buat pakde. Dan pastinya juga buat kami para blogger yunior (maksudnya sayah) untuk bisa meniru semangatnya. Bisa di lihat dari penampilan pakde yang masih nampak awet muda, jauh dari umur yang sebenarnya. 

Sebelum acara di tutup, mas Muhaimin memberikan sedikit tausiyah diselingi doa yang pastinya sangat berguna dan bermanfaat untuk direnungkan.
Mas Muhaimin memberikan sedikit tausiyah dan doa (dok.kang yayat)

Menu makan siang sudah berjajar menunggu perut-perut yang sudah berontak minta diisi. Gimana nggak ngiler. Ada sate kambing, gulai kikil, ikan bakar dan sambal-sambal yang berjajar plus lalapan segar. 

Penampakan menu makan siang, siap untuk di santap (dok.pri)

Makan siang (dok.kang yayat)
Di tengah kegalauan saya dalam memilih menu makanan yang beragam dan terlihat endes bingit. Daripada keburu ngeces, akhirnya saya mengambil beberapa potong lontong, 6 tusuk (saja) sate kambing yang kemudian di siram kuah gulai kikil. Awalnya nggak kepingin ambil kikilnya karena tidak terlalu suka. Tapi kok ya ada beberapa potong yang katut. Melihat penampakannya yang begitu menggiurkan serta so kenyal kenyil, sayang rasanya kalau harus ditelantarkan. Dan ternyataaaaa....saya tidak menyesal ketika harus nambah 2 kali lagi. Laper apa doyan ya hihihihihi...

Menu makan siang pilihan saya ditemani sang jenderal (dok.pri)
Ternyata acara makan-makan tidak pernah usai. Meskipun sambil ngobrol santai dan diskusi, tetap diselingi nyamil makanan berat dan ringan. Karena tuan rumah juga tidak berhenti menghantarkan jajanan dan kue yang memanjakan lidah tamu-tamunya. Tidak lupa buah pun mendapat giliran dihidangkan. Ada jeruk, salak dan kelengkeng. Perut saya sendiri rasanya sudah mau meledak hehehehe.... 
Wajah-wajah bahagia karena mendapat "bintang" (dok.mas rinaldy)
Sebelum pulang, kami mendapat kejutan lagi dari pakde. Yaitu ditambahi bonus satu buku lagi dengan judul "Yuk, Ibadah di Dumay". Waaaaahhhh....senengnyaaaaa. Padahal saya tadi rencana mau beli buku 1 lagi, yang mau saya kasihkan kekakak saya. Eh sama pakde malah di beri cuma-cuma. "Wes kasihno masmu yooo....". Makasih pakde....moga2 mas saya terinspirasi untuk segera meraih "bintang"nya.
Yang ulang tahun malah kasih hadiah (dok.pri)
Sebelum pulang, ritual wajib memang tidak pernah terlupakan yaitu "narsis berjamaah". Tentunya bersama tuan rumah yaitu pakde dan bude Cholik.
Narsis berjamaah di depan rumah pakde sebelum pulang (dok.pri)
Sekali lagi terima kasih buat pakde Cholik juga bude atas undangannya. Begitu juga sambutannya yang emaizing. Ramah, hangat dan terbuka sekali. Kami sangat bahagia bisa hadir.

Teriring doa buat pakde yang berulang tahun ke 65 eh boleh di sebut nggak ya (kalo nggak boleh ya nanti saya hapus hehehehe). Semoga pakde Cholik selalu dikaruniai kesehatan, panjang umur, kemurahan rizki, kemuliaan derajat, kebahagiaan lahir batin dan kelancaran urusan dunia akherat. Aamiin ya robbal alaamiin....



*eh ada yang lupa... review bukunya di cerita yang lain ya pakde hehehehe

Komentar

  1. Saya, isteri, dan anak-anak sangat bahagia bisa bertemu para sahabat yang datang dari jauh. Saya memang anak tunggal sehingga suka ngumpulkan teman.
    Mohon dimaafkan jika ada tutur kata dan tingkah laku yang kurang pas ya Jeng.
    Semoga bukunya bermanfaat.
    Salam sayang dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama pakde...kami yg muda2 ini malah lupa bersikap yg santun terutama ketika menjumpai hidangan yang membuat lupa diri hehehe.... salam hangat dari surabaya

      Hapus
  2. Tak lupa saya ucapkan terima kasih atas perhatian, kehadiran, keramah-tamahan serta doamu Jeng. Semoga Diajeng juga dilimpahi Allah Swt kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir-batin. Amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya robbal alamiin... semoga kita di beri umur panjang, biar bisa bersilaturahmi lagi ya pakde

      Hapus
  3. Tak lupa saya ucapkan terima kasih atas perhatian, kehadiran, keramah-tamahan serta doamu Jeng. Semoga Diajeng juga dilimpahi Allah Swt kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir-batin. Amiin

    BalasHapus
  4. Pakdeeeeee... Mohon maaf saya ngga bisa dataaang :( InsyaAllah next time ya, saya dan sidqi dan bapaknya sowan ke Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah2an pakde bikin acara lagi jeng...jadi kita bisa rame2 ke sana lagi... pasti sidqi seneng, karena ada kolam renangnya....

      Hapus
  5. mbaaak itu sarapan 3x, makan siang 2x total 5x plus cemil-cemil..totalanna brapa tuh Pakde hiihhihi ^^v
    btw alhamdulillah ya acaranya lancar, ikut seneng liatnya mskpn cmn membaca postingan teman-teman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyo mbak nining....
      pakde dan bude mmg baik hati dan tidak sombong,
      sdh tahu kalo mau datang pasukan huru hara...jadi udah disiapin hehehehe

      Hapus
  6. Mbk avy, kmren inguk2 tibakno ning kolam renang nya yaa.

    Itu itu kok isok salah jalan mbk, untung kok sampek sana yaa lancarrr 😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyooo....saya liat dirimu dikerubutin anak kecil, pengen ikutan di foto juga hehehe.... seru banget ya? tak liat jg video nyelammu di instagram...

      salah jalannya dikit kok, harusnya belok kiri itu ambil ke kanan. satu jalur lagi. untung gak ada pak polisi, krn langsung puter balik :)

      Hapus
  7. eh, mbaaaaa... ini blog baru lagii???? *akunya yg baru tau, maksudku* :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak eda... pengen kayak temen2 yg lain...blog kuliner dan jalan2 disendiriin.... biar kekinian gitu deh hehehehe

      Hapus
  8. Wah beruntung mbak baru kenal sebulan udah kopdar sama Pakde yg baik ini ^_^

    Salam kenal ya mbak :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hei mbak winny....salam kenal juga ya :)
      makasih udah berkunjung ya....
      kebetulan kan sama2 jawa timur, dan gak terlalu jauh dari surabaya ke jombang...

      yuk kapan2 kalo ada acara ikutan mbak...katanya pakde mau bikin acara lagi tuh...

      Hapus
  9. asik banget dirumah pakde..makan terus dan makan terus..hahaha..dan pulangnya dikasih buku pula..hehehe :) lengkap banget liputannya mbak avy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak dwi,
      makasih ya udah kasih tumpangan ke kita yg bawel2 nih hehehe
      tapi lumayan kan, dapat wejangan dan ilmu dari senior mbak tatit hehehe....moga2 gak kapok ya:)

      Hapus

Posting Komentar