Bebek Songkem pak Salim, Bebek Sang Juara Festival Kuliner se Madura

Kalau urusan kuliner perbebekan, Surabaya memang nomor satu. Aneka macam olahan dan cita rasa kuliner ini patut di acungi jempol. Surabaya memang juara. Tapi banyak pecinta kuliner yang tidak tahu, bahwa sebagian besar pelaku bisnis ini adalah orang Madura. Karena masakan bebek ini memang merupakan masakan asli masyarakat Madura yang sudah turun temurun, bahkan menjadi hidangan sehari-hari. Di tambah insting bisnis yang kuat dari orang Madura, jadilah menu bebek menjadi salah satu kuliner unggulan sekaligus juga daya tarik wisata bagi masyarakat Jawa Timur umumnya.

Salah satu kuliner bebek yang cukup ngehits adalah Bebek Songkem pak Salim. Meskipun banyak bermunculan kuliner bebek dengan segala macam keunikan dan keistimewaannya, tapi Bebek Songkem pak Salim ini mampu menunjukkan keunggulannya. Baik dari segi rasa, harga terutama service. Sehingga pernah dinobatkan menjadi Juara 1 Festivel Kuliner Se-Madura. Wah, keren juga nih. Berarti sangat istimewa dong. Jadi penasaran saya. 

Dan beruntung sekali saya mendapat kesempatan di undang oleh pemilik asli dari Bebek Songke pak Salim yaitu pak Bambang. Maka berangkatlah saya bersama Tim Gembul yang terdiri dari kak Budiono Sukses youtuber ngehits dari Surabaya, mbak Nurul Rahmawati meski bukan jago masak tapi lidahnya udah ngalah-ngalahin Chef kondang, Mustika Virginia adik unyu yang manut aja kalau di ajak kesana kesini hehehe, berangkat dengan mantap dan pasti memenuhi undangan kehormatan itu. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dari masjid ITS (tempat janjian sama kak budi, karena ciwi-ciwi pada nunut) sudah sampai deh. Jaraknya sekitar 5 km kalau kita melintas melewati Jembatan Suramadu.

Bebek songkem ini di masak dalam 2 cara yaitu di goreng dan di kukus. Mungkin kalau yang di goreng memang sudah biasa banget, yang membedakannya adalah bumbu dan sambalnya. 

Kalau yang dikukus? Nah, ini letak keistimewaannya. Jadi bebek songkem tersebut dikukus tanpa menggunakan air melainkan gedebog atau pelepah pisang selama 3 jam. Tujuannya adalah supaya aneka lemak bisa luntur nempel di batang gedebog tersebut. Sehingga ketika disajikan, semua elemen yang mengandung kolesterol sudah hilang. Tinggal sajian bebek yang lezat, sehat dan bumbu-bumbunya meresap dengan sempurna. Rasanyapun tetap gurih, serta dagingnya empuk.

Harga-harga makanan minuman yang lainnyapun cukup terjangkau. Jadi, bisa banget menjadi tujuan alternatif wisata kuliner kalau kamu lagi jalan-jalan ke Jembatan Suromadu. Cussssss....cuman 5 kilometer atau sekitar 20 menitan.




Rasanya udah nggak sabar untuk menikmati bebek yang sudah terhidang di depan mata. Apalagi di tambah sambal pencit yang sudah begitu menggoda. Tapi kak Budi masih terus melontarkan beberapa pertanyaan ke pak Bambang. Meski sambil makan, saya juga memasang telinga untuk mendengar cerita yang ternyata masih cukup panjang. Salah satunya adalah sejarah dari kata Songkem dari Bebek Songkem itu sendiri. 

Menurut pak Bambang, songkem dalam bahasa Jawa artinya adalah sungkem. Yang menunjukkan sungkem atau rasa hormat kita kepada orang yang lebih tua. Bisa kepada orang tua, tokoh, pemuka agama atau kyai. Kalau di Madura, banyak para guru ngaji atau kyai yang dengan sukarela mengajari anak membaca al quran tanpa di gaji. Sebagai bentuk tanda terima kasih kepada kyai atau guru tersebut, pada hari-hari tertentu para murid membawakan buah tangan berupa masakan bebek.  Biasanya bebek di masak utuh dengan posisi leher dan kepala di tekuk menunduk seperti orang sungkem. Sehingga di pakai istilah songkem, karena masakah spesial itu memang khusus dipersembahkan kepada kyai atau guru ngaji yang sangat mereka hormati.

Catat lokasinya ya! Jangan sampai keliru, karena banyak banget rumah makan yang memakai nama bebek songkem juga. Yang jelas, kalau Bebek Songkem pak Salim ini di jamin sehat dan lezat.

Bebek Songkem pak SalimJalan Raya Ketengan No. 85, Tunjung, Bumeh, Kabupaten Bangkalan - Jawa Timur 69121


Komentar