Menggoyang Lidah Di Marugame Udon


Nama resto Jepang "Marugame Udon" memang sudah cukup akrab di telinga. Tapi saya belum pernah sekalipun berkunjung sejak cabang pertama di Surabaya ini diresmikan pada tanggal 05 Juli 2014 setahun yang lalu. Lokasinya cukup strategis di foodcourt lantai 5 Tunjungan Plaza 2.

Sampai ketika sebulan yang lalu saya mendapat undangan dari teman lama, mas Iwan Liono. Kebetulan beliau sudah hampir 3 tahun ini di percaya untuk menjalankan resto yang sudah memiliki 20 cabang di Indonesia. Wow surprise banget dong.

Tapi undangan kali ini bukan di Marugame Udon yang di Tunjungan Plaza, melainkan di Surabaya Town Square atau Sutos. Setelah beberapa kali menjalin komunikasi dengan mas Donny Kusuma, Senior Marketing Officer Marugame Udon Indonesia yang berkedudukan di Jakarta untuk mencocokkan jadwal. Akhirnya kami sepakat hari Rabu tanggal 23 September 2015 jam 19.00 WIB adalah waktu yang pas. Terutama untuk kami 5 blogger yang hari-hari ini jadwalnya cukup padat... Alhamdulillaaahhh yaaaaahhhhh.

Sebelum jam 7 saya sudah sampai di pelataran Sutos yang tetap remang-remang nan sahdu. Dulu awal-awal mall ini berdiri saya sempat mbatin, mall kok peteng gini (peteng = gelap bhs jawa). Ternyata semakin lama konsepnya kelihatan kalau Sutos memang diperuntukkan tempat nongkrong yang nyaman dan elegan. Hampir 90 persen diisi cafe, resto dan rumah makan yang sudah cukup terkenal namanya.

Tidak sulit mencari resto Marugame Udon, meskipun awalnya saya tetap harus bertanya ke security yang kebetulan berdiri di pintu masuk Sutos. Saya tidak harus naik ke lantai 2, karena lokasinya di lantai dasar. Hanya agak pojokan. Dan saya juga langsung bisa menemukannya. Dan sesuai petunjuk mas Donny, saya mencari pak Iyan - Supervisor Marugame Udon Sutos.

Kebetulan suasana resto malam itu masih belum cukup ramai. Sambil menunggu teman yang belum datang, saya coba tanya-tanya ke mas Iyan seputar sejarah dari Marugame Udon ini. Dan saya baru tahu kalau ternyata Marugame Udon itu di bawah manajemen Sriboga Food Group (PT. Sriboga Ratu Raya) yang memegang ijin waralaba dari Jepang. Salah satu anak perusahaannya adalah Pizza Hut yang sudah lebih dulu sukses. Di Surabaya baru ada 2 outlet yaitu di Tunjungan Plaza yang baru berdiri tanggal 04 Juli 2014 dan Sutos yang baru diresmikan 17 Desember 2014 kemarin.


Wajah blogger yang kelaparan (dok.pri)
Antrian yang tertib (dok.pri)
Mengantri pun harus tertib dan nyaman (dok.pri)
Aneka tempura (dok.pri)
Kita bisa melihat chef sedang meramu tempura udang (dok.pri)
Aneka tempura yang harganya terjangkau (dok.pri)
Aneka tempura (dok.pri)
Aneka tempua (dok.pri)
Aneka tempura dan harganya (dok.pri)

Macam-macam Tempura yang disajikan adalah :
1. Ebi Tempura (Udang)
2. Tori Tempura (Ayam)
3. Egg Tempura (Telur)
4. Broccoli Tempura (Brokoli)
5. Sweet Potato Tempura (Ubi)
6. Beef Croquette (Kroket Sapi)
7. Ikan Itoyori (Ikan)
8. Cuttlefish Tempura (Sotong)
9. Skewered Tofu Roll (Kulit Tahu Udang/Ayam)
10. Inari (Nasi Dibalut Kulit Tahu)

Akhirnya pesanan saya datang. Inilah penampakan dari "Sukiyaki Beef Rice", dengan sepotong Ebi Tempura dan Sweet Potato Tempura plus minuman Ocha dingin. 

Makan malam "Sukiyaki Beef  Rice"

Sedang di bawah ini adalah menu pilihan teman saya Indah, yaitu Beef Curry Udon yaitu nasi jepang dengan suwiran daging sukiyaki yang di siram kuah kari kental. Sedang tempuranya dia memilih  Ebi Tempura dan Egg Tempura. 
Beef Curry Udon (dok.pri)
Disediakan juga beberapa bumbu tambahan seperti irisan daun bawang, irisan lombok, saus kecap manis dan asin, juga kremesan.
Bisa nambah sambal, daun bawang atau kremesan (dok.pri)

Tidak perlu menunggu lebih lama lagi, saya segera mulai mencicipi hidangan di depan mata yang cukup menggugah selera itu.

Siap menyantap (dok.pri)

Menurut saya porsinya sedang saja. Tidak terlalu banyak ataupun sedikit. Yang tampak menonjol adalah suwiran daging sapi yang cukup banyak menutupi permukaan nasi. Di atas suwiran daging ada potongan kecil daun bawang dan irisan jahe merah sebesar korek api. Pertama saya coba incipi suwiran daging sapinya yang ternyata ada irisan bawang bombay menyatu. Rasanya manis yang cukup cocok di lidah saya. Apalagi ketika di kunyah, daun bombaynya yang krenyes mengeluarkan aroma segar. 

Suwiran daging sukiyaki cukup mengundang selera (dok.pri)
Sambil diselingi ngobrol, tidak sampai setengah jam piring di depan saya sudah tandas. Untuk selanjutnya, sudah menunggu tempura udang dan ubi manis yang nggak kalah menggoda.
Udang tempura dan ubi manis (dok.pri)
Makan malam kami tutup dengan kudapan ringan bernama "Donat Okara". Kata mas Iyan, ini adalah varian baru dari resto Jepang ke 2 di Surabaya ini. Bentuknya bulat-bulat kecil sebesar bola golf, sebanyak 5 biji. Donat ini beda dengan yang umum, yaitu terbuat dari tepung kedelai. 
Donat Okara sebagai makanan penutup (dok.pri)
Sirup Kuro Mits atau dalam bahasa jawanya "gulo jowo" sudah siap dituangkan ke atas donat. Mungkin yang tidak suka manis, 

Gula merah cair untuk pemanis (dok.pri)

Makannya dengan dicocolin (dok.pri)

Ketika kami mau meninggalkan tempat, pengunjung Marugame Udon tidak surut. Betul kata mas Iyan, semakin malam biasanya semakin ramai. Tidak heran kalau setiap harinya jam operasional bisa sampai jam 12 malam. Khusus weekend dan hari libur bisa sampai jam 2 malam. Sutos memang mempunyai konsep yang berbeda dengan mall lain, yaitu one stop entertainment. Di samping itu, ada hotel di dalam mall Sutos. Kafe dan resto bisa juga untuk melayani kebutuhan tamu hotel.

Pengunjunga semakin malam semakin ramai (dok.pri)

Penasaran nggak sih, setelah membaca cerita saya di atas? 

Yakin deh pasti sudah penasaran bin ngiler hehehehe.... Yuk ajak keluarga atau teman berkunjung ke resto yang lokasinya di Plaza Level PO Lantai Dasar. Rekomended banget looo... Makanannya lezat dan yang paling penting, harganya tidak akan bikin robek kantong kita. 



Komentar

  1. Eh aku malah baru tau kalo Marugame Udon ada di Sutos. *tutupin muka xD

    Tapi aku pengennya nyobain di TP sih.. Rame banget. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah hampir setahun desember nanti jeng.... :D

      Hapus
  2. Mbak Avy mamamnya banyak, ehhh enggak itu pasti punya yang lain hahaha

    okehh di foto itu aku lemu :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. jujur emang iya kok ay....katanya rejeki nggak boleh di tolak hehehehe

      besok fotonya dari jarak 10 km aja, kan keliatan kurus :D

      Hapus
  3. datang ke Marugame kudu bawa perut kosong ya,mbak. Kenyang banget :D. Pengen makan Udonya Marugame lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya begitu teh Efi.... biar bisa masuk dan menikmati semuanya hehehe

      Hapus
  4. Makasih sharingnya Mbak, belum pernah ke resto Jepang soalnya jadi bisa tahu apa saja yang bisa dimakan di sana. moga2 di malang ada resto jepang yang nggak bikin kantong robek :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas Ihwan....semoga di Malang nggak lama lagi,
      kata temen saya juga begitu... Malang cukup potensial unt usaha kuliner

      Hapus
  5. wah..enak banget itu udangnya mbak avy...aku mau juga donk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Dwi Puspita... nunggu giliran ya hehehehe
      jangan khawatir pasti nanti di ajak kok :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer