Sensasi Legitnya Duren Raja Kampung Di Kedai "Ketan Susu"

Buah-buah segar hasil kebun sendiri (foto pribadi)

Siapa yang suka durian??? Kalau ada pertanyaan seperti itu, pasti saya akan ngacung pertama dan paling tinggiiiiiii hehehehehe... Lagian, siapa sih yang nggak demen sama buah yang mendapat sebutan "buah dari surga". 

Mungkin bagi sebagian orang tidak suka dengan baunya yang sangat menyengat. Tapi lebih banyak yang suka karena rasanya yang begitu sensasional. Dagingnya lembut dan lezat banget. Apalagi kalau dapet yang bijinya kecil. Pasti dagingnya sangat tebal dan banyak. Sebagai penggemar berat durian sejak kecil, lidah saya cukup peka dengan buah ygang kulitnya berduri tersebut. Dan saya cukup beruntung bisa merasakan durian dengan rasa yang cukup istimewa itu ketika berkunjung ke Jakarta beberapa waktu yang lalu. Rasanya yang legit dan manis dengan daging yang cukup tebal. 

Awal ceritanya adalah ketika selepas acara Kompasianival 2015 di Gandaria City saya dengan beberapa teman Kompasianer Surabaya dan Bandung di ajak oleh mbak Ika ke beberapa tempat kuliner yang cukup direkomendasikannya di Jakarta. Salah satunya adalah Kedai Kopi dan Makanan "Ketan Susu" yang berlokasi di jalan Cilandak Tengah No. 3. Jarak yang sedikit jauh dari persinggahan terakhir kami yaitu di daerah Cinere, di tambah macetnya Jakarta yang sudah bisa di prediksi sebelumnya. Langsung lelah kami hilang ketika sampai di sebuah kedai yang cukup asri dan rindang. Dari depan sebenarnya tidak begitu terlihat kalau itu sebuah tempat nongkrong yang cukup kekinian. Tapi ternyata pengunjung cukup ramai datang dan pergi. Rupanya tempat itu sudah cukup kondang dan termasuk tempat kongkow yang ngehits.

Awal 2011 kedai ini lahir dari keinginan untuk berbagi pengalaman dalam bidang kuliner dan motivasi untuk melestarikan resep keluarga. Menurut pak Iman Harahap sebagai pemilik, setiap keluarga pasti mempunyai resep andalan. Apalagi sang mertua sangat jago memasak. Beliau tidak ingin resep turun temurun itu hilang begitu saja. Bila perlu akan di bagi dan dinikmati untuk orang lain. Untuk itulah konsep tradisional modern di wujudkan dalam sebuah kedai yang menyajikan cita rasa istimewa.

Menu tradisional Indonesia yang beragam menjadi menu andalan Kedai Ketan Susu, di samping aneka minuman yang hasil buahnya di ambil dari kebun sendiri. Oleh sebab itu, tersedia juga buah-buahan segar yang di jual seperti pepaya, lidah buaya, rambutan dan durian. 

Yang lebih menarik lagi bagi kami para Kompasianer adalah dekorasi dari kedai Ketan Susu tersebut. Ketika baru sampai, kami sudah sibuk mengambil gambar situasi di berbagai pojok. Takut kehilangan momen-momen berharga kalau nanti sudah larut dalam obrolan bersama pemiliknya. 

Tampak depan kedai "ketan susu" (foto pribadi)
Tampak samping kedai "ketan susu" (foto pribadi)

Dekorasinya cukup unik dan agak jadul. Terlihat dari properti yang digunakan dan banyak pajangan bernuansa tempoe doeloe. Tapi justru itu yang membuat kedai ini sedikit beda dan memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya. 

Foto pribadi

Seorang pengunjung ini begitu nyaman meskipun hanya seorang diri. Sambil menikmati menu yang dia pilih, sesekali bermain gadget, tapi nampaknya dia begitu menikmati suasana yang nyaman. Terbukti, tidak tampak terganggu ketika para kompasianer hilir mudik untuk mengambil gambar disekelilingnya. 

Foto pribadi

Posisinya agak memojok. Tapi dengan dekorasi yang tepat, perpaduan antara klasik dan modern, membuat tempat ini banyak disukai anak-anak muda. Tak berselang lama, tempat ini di isi oleh beberapa remaja yang datang berombongan. Dan cukup lama bercengkerama dan bersendau gurau di tempat ini.

Foto pribadi

Kalau disini, meskipun sama-sama pojok tapi kapasitasnya memang tidak terlalu banyak. Untuk yang menyukai suasana tenang tapi tetap nyaman. Dekorasinya juga perpaduan antara klasik dan modern.

(Foto pribadi)

Credenza yang berdesain kuno ini di atasnya di pajang miniatur sepeda dan lampu sumbu minyak tanah (dalam bahasa jawa "ublik"). 

Dekor di toilet (foto pribadi)

Di toiletpun masih mendapatkan sentuhan alami yaitu tempat cuci tangan yang terbuat dari kayu jati. Cukup unik bukan?

Nah, gimana kalau kita kembali bercerita tentang durian sebelum topik lainnya? Setujuuuuuuuuuuu. Karena pasti udah ngiler ya liat foto-foto yang saya pajang hehehehe. Tapi sebentaaaarrrrr, saya masih asik menikmati duren yang disajikan oleh tuan rumahnya yaitu pak Iman Harahap. Maaf kalau saya harus bilang, makan durian dengan nama Raja Kampung ini sambil merem melek. Saking lezatnya...

Maaf ya pak Iman, duriannya saya habisin hehehe (foto pribadi)
Foto milik mas Arif Khunaifi

Melihat gambar beberapa potongan dari duren Raja Kampung di atas, sudah terlihat betapa kualitas dari buah itu sangat prima. Dagingnya cukup tebal, lembut, bijinya kecil dan bau yang tidak menyengat. Meskipun habis beberapa biji, tidak akan terasa eneg seperti kalau kita makan durian biasanya. Dan durian tersebut menurut pengakuan pak Iman adalah hasil kebun sendiri yang bisa di panen setahun sekali.

Buah durian di Kedai Kopi dan Makanan "Ketan Susu" ini di olah dengan beberapa variasi. Yaitu :

1. Sop duren, yaitu buah duren utuh dengan kuah manis dari santan plus susu. Es batu akan membuat sop duren ini menjadi segar dan nikmat.

Foto pribadi

2. Ketan duren, yaitu ketan putih dan duren utuh yang di siram dengan kuah susu putih manis. Perpaduan ketan yang gurih, duren yang legit dan kuah susu manis menghasilkan rasa yang sangat sensasional tapi bikin nagih.

Ketan duren (foto milik Efi F.)

Tapi sebenarnya, semua menu di Kedai Kopi dan Makanan "Ketan Susu" ini sangatlah istimewa. Sebagai putra asli Padang Sumatera Barat yang terkenal dengan masakan Padang yang kental dengan bumbu dan rempah. Memang banyak masakan yang disajikan dengan eksperimen rasa rempahnya yang menonjol. Tapi justru disitulah letak spesialnya yang membedakan dengan resto makanan tradisional pada umumnya. Juga dari minumannya yang kebanyakan di ambil dari hasil kebun sendiri.

Di bawah ini sebagian dari makanan dan minuman yang menjadi andalan di Kedai Kopi dan Makanan Ketan Duren yang buka setiap hari pada pukul 09.00 - 22.30 WIB.

Sebagian dari menu andalan (foto pribadi)
Mie Godog Nyemek (foto pribadi)
Es Sereh Asem (foto pribadi)
Es Kopi Spesial (foto pribadi)
Es Lidah Buaya (foto pribadi)
Ketan Susu Srikaya dan Ketan Susu Bakar (foto pribadi)

Barber Tjuk Li

Ternyata naluri bisnis pak Iman Harahap tidak hanya ingin mencari keuntungan semata. Beliau juga memikirkan kebutuhan dan kenyamanan pengunjungnya dengan mencoba menambah sebuah barber shop di samping lokasi kedai Ketan Susu tersebut.

Nama yang unik tapi cukup punya arti (foto pribadi)

Menurut pak Iman, konsep ini adalah menjadi bagian dari servise. Di samping akan lebih mempererat hubungan dengan pelanggan, juga menjadi celah bisnis yang saling mendukung. Nama Tjuk Li sendiri tidak mengandung arti yang spesial, tapi hanya kepanjangan dari "cukur klimis".

Pak Iman ketika menceritakan sejarah berdirinya barber shop Tjuk Li (foto pribadi)

Dan sebagai apresiasi terhadap tamunya, kali ini beliau menawarkan bagi Kompasianer yang berkeinginan untuk mau Tjuk Li atau cukur klimis di barber shopnya yang belum sebulan di buka ini. 

Tidak ingin melepas penawaran yang menarik, kesempatan pertama adalah mas Nuzulul yang memang sudah berencana untuk merasakan fasilitas lainnya yaitu terapi pijat.

Klien spesial barber shop (foto pribadi)

Meskipun tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman dan tenang. Ruangannya dikelilingi kaca, sehingga kita bisa menikmati suasana hijau yang ada di sekitarnya. Di samping adem, yang mengantar juga tidak akan bosan karena ada banyak disediakan buku bacaan dan majalah. 

Pengantar juga tidak akan bosan menunggu (foto pribadi)

Kedai "Ketan Susu" hadir lewat medsos

Di jaman yang serba modern ini, Kedai Kopi dan Makanan "Ketan Susu" juga mempunya media sosial. Gunanya adalah untuk bisa lebih dekat dengan pelanggan yang ingin memantau menu-menu spesial dan promo yang menarik. Salah satunya adalah instagram dengan nama @ketansusu


Atau untuk lebih mendapatkan informasi yang lengkap, bisa juga klik websitenya yaitu di Kedai Ketan Susu.


Kompasianer bersama pak Iman Harahap dan staff 

Komentar

  1. Sudah lama ingin makan ketan. Bisa jadi pilihan nih :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. monggo di coba mbak Cie...
      tempatnya nyaman, makanannya enak2 kok...

      sudah sehatkah mbak?

      Hapus
  2. Sop Duren, rasanya seperti apa ya?????

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas didik... itu cuman namanya aja kok
      kalo di surabaya seperti es duren, kuahnya dari susu atau santan manis gitu...
      jadi bukan sop kayak sop ayam gitu.... :)

      Hapus
  3. selalu penasaran dengan yang namanya sop durian. Di palembang ada kolak durian, sama nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hampir sama mbak ade...
      kalo sop durian ini kuahnya dari susu manis di beri es...
      jadi rasanya seger banget...

      makasih udah mampir...

      Hapus
  4. Balasan
    1. kalo yg suka durian....liat gambarnya aja udah ngiler ya hehehe

      Hapus
    2. Bener banget mbak liat gambarnya aja udah ngilers

      Hapus
  5. mba avyyy... paporit ini durian.. huhuuu... trus ngiler liat foot durennya

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak eda.... kapan2 makan durian bareng2 yuuukkk
      pasti seru yaaaaa :D

      Hapus
  6. Buah favorit saya nih, palagi di buat beragam kyk gtu. Mntap dahh...
    Tp yg saya heran, ada aja org yg gk suka sm durian. Gak tahan sm baunya katanya. Tp ya bgtulah, manusia berbeda2..heheheh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas andy langit...
      mungkin yang gak suka pasti heran ngeliat kita yg doyan dan suka banget...
      begitu sebaliknya...
      emang nggak bisa dipaksa ya...

      terima kasih kunjungannya... salam hangat

      Hapus
  7. Siapa yang suka durian?
    jawab paling kenceng, ga sukaaaaa!

    piye tho, la wong wes ra doyan, tak paksain yo ra doyan, yang ada keluar lagi hihii.

    aku pesennya ketan susu bakar aja ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. teh nchie...
      kalo gitu nggak usah deket2 kalo pas kita makan ya, drpd muntah hehehehe

      jangan khawatir, menu yg lain masih banyak dan endes banget kok...
      yuk kapan2 kita kesana....

      Hapus
  8. Wuih all about durian :) btw mba ini kan hasil kebun sendiri yang panennya setahun sekali, kalo lagi ngga musim gimana donk? Apa ada menu lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak vika...
      kebun durennya ada banyak macam mbak... menunya jg beraneka ragam
      yg jelas...pemiliknya tdk pernah kekurangan kreatifitas, apalagi kekurangan bahan hehehe

      Hapus
  9. Ketan Duren ?
    waaahhh jangan sampai Istri saya membaca ini ...
    bisa tiap hari ngajak kesana ... hahaha
    Ketan duren itu makanan kesenangan istri saya

    salam saya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas nh18...
      kalo istrinya netizen, pasti dia sering googling dong nyari tempat kedai ketan duren yg asik hehehe

      tapi sekali2 di ajak kesini mas...tempatnya romantis loo

      Hapus
  10. Assalamualaikum. Menarik
    Bellum sempet di baca

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum. Menarik
    Bellum sempet di baca

    BalasHapus
  12. Jadi pengen duriannnnn... hiks hiks

    BalasHapus
  13. Ahhhh... duren, mau donk dilempar ke Jogja mbak :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer