Bebek Susanti yang gurih, crispy dan memikat hati

Ceritanya saya dan teman-teman habis rapat di daerah Pondok Chandara Waru, mau lanjut cari makan siang. Memang sudah agak sore sih, karena kami keluar kantor teman tadi setelah menunaikan sholat ashar. Pantes aja cacing di perut pada protes, karena berarti waktunya makan siang udah sangat molor nih. 

Sebenarnya di sepanjang jalan utama perumahan Pondok Candra, banyak banget tuh rumah makan dengan aneka macam menu. Kita tinggal pilih, asal sesuai selera. Pertama kami berhenti di rumah makan chinesse food. Ternyata yang jual masih keluar, anter pesenan go food. Akhirnya diputuskan untuk ke sate kambing yang kesohor yaitu Cak Lam. Eladalah....ternyata tutup. Padahal, saya sudah siap jiwa raga untuk menikmati sate yang cukup terkenal itu. Walaupun tidak terlalu hobi makan kambing. Tapi kalau termasuk kuliner ngehits, pastilah rasanya juga tidak akan mengecewakan. 

Dengan menelan kekecewaan 2 kali, di tambah perut yang makin menderita karena udah lapar banget. Hanya berjarak sekitar 300 meter, akhirnya kami belok ke rumah makan yang menjual bebek dan ayam goreng. Setengah yakin dan nggak yakin, kami putuskan untuk makan saja di rumah makan "SUSANTI" itu.  Nggak pake lama, saya pesan dada goreng, usus goreng dan pete. Harapan saya cuman satu, semoga bebeknya nggak amis dan nasinya punel. Karena bagi saya, kunci lezatnya kuliner bebek itu cuman dua itu. Kalau masalah sambal sih selera ya, lagian saya nggak terlalu suka sambal hehehehe. 

Dan ketika pesanan kami tiba, nggak pakai lama deh. Langsung kita eksekusi pesanan yang sudah terpampang di atas meja. Bukan karena sudah lapar banget, tapi juga tampilannya yang menggugah selera.

Nggak sampai 15 menit, semua makanan ludes berpindah ke perut. Yang ada menyisakan rasa puas dan kenyaaang pastinya hehehe. Tentunya tadi sambil makan, saya sempat menilai, hampir tidak ada kekurangannya apalagi seperti yang saya khawatirkan. Baik menyangkut bebeknya maupun tempatnya. Kurang lebih seperti ini :

1. Ukuran bebek besar, gurih, renyah dan tidak ada bau lebus/amis. Terlihat banget cara memasaknya sangat teliti dan professional. Karena memang mengolah bebek itu tidaklah mudah. 

2. Nasinya juga juara. Punel dan harum. Sebenarnya porsi pas untuk ukuran perut cewek. Tapi karena lapar, jadinya nambah separo. Kalau yang beli laki-laki mungkin nasinya 2 porsi.

3. Tempat cukup lapang meski tidak terlalu luas, tapi cukup bersih. Untuk parkir mobil saja agak sempit.  

4. Harga cocok dengan rasa dan ukuran. Saya kasih nilai 9/10 menurut selera saya yang suka kuliner perbebekan.


Yang penasaran pengen nyoba, lokasinya di jalan utama Pondok Candra (alamat lengkapnya menyusul saja ya hehehe).

Komentar

Postingan Populer